
Kompetisi desain logo untuk memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang mengusung tema "Gumregut Nyawiji" telah resmi mendapatkan pemenangnya. Karya milik Achmad Nugroho (akun @mamedpuz) berhasil keluar sebagai juara dengan menyisihkan ratusan peserta lainnya. Desainnya dinilai istimewa karena sukses memadukan motif batik parang dan ukiran lung-lungan (sulur) ke dalam sebuah komposisi visual yang kokoh, utuh, dan saling mengunci.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Senin (27/7/2026), menyampaikan bahwa ajang ini merupakan bagian dari persiapan perayaan ulang tahun provinsi. Ia bersyukur atas tingginya animo masyarakat yang terbukti dari masuknya 375 karya desain. Menurutnya, antusiasme ini sangat sejalan dengan makna "Gumregut Nyawiji" yang melambangkan semangat persatuan.
Lebih lanjut, Sumarno menjelaskan bahwa seleksi berjalan cukup ketat dan bertahap untuk mencari karya yang benar-benar mewakili identitas Jawa Tengah. Ratusan karya tersebut disaring berturut-turut menjadi 150 besar, 20 besar, lalu 5 besar, hingga akhirnya terpilih satu pemenang utama.
Proses kurasi ini melibatkan tiga dewan juri ahli, yaitu:
Topo Broto: Praktisi desain yang juga pemenang sayembara logo Hari Jadi ke-78 Jateng.
Darfi Rizkavirwan: Lektor DKV Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Teguh Prasongko: Ketua Umum Komunitas Desainer Logo Indonesia (Login).
Berdasarkan hasil penilaian juri, logo buatan Achmad Nugroho dinilai sangat relevan dengan visi serta semangat kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Logo ini sukses memvisualisasikan semangat untuk terus bergerak, bertumbuh, dan bersatu melalui bahasa desain yang sederhana namun tetap mengakar kuat pada budaya Jawa.
Nantinya, logo terpilih ini akan digunakan sebagai identitas resmi untuk seluruh materi publikasi perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Mewakili pihak penyelenggara, Sumarno pun tak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta yang telah menyumbangkan ide kreatif mereka.
Di sisi lain, juri lomba, Darfi Rizkavirwan, secara khusus memuji keunggulan visual, relevansi, dan keunikan dari karya sang pemenang.
"Filosofi lung-lungan itu berarti tumbuh dan bergerak. Desainernya sangat cerdas karena mampu mengolah motif tersebut dengan aksen angka delapan secara seamless (halus dan menyatu)," ungkap Darfi.
Darfi juga memberikan apresiasi kepada Diskomdigi Jateng selaku panitia penyelenggara. Menurutnya, panitia telah memberikan kebebasan penuh kepada juri untuk melakukan penilaian yang objektif. Hasilnya, karya yang keluar sebagai juara benar-benar teruji secara teknis, sesuai dengan tema, dan terjamin orisinalitasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)
Dipost : 30 Juli 2026 | Dilihat : 5
Share :