JAMBEARUM.DESA.ID – Pemerintah Desa Jambearum kembali menggelar agenda tahunan bidang kesehatan melalui kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Rembuk Stunting Tahun 2026. Acara yang bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan strategi penanganan kesehatan masyarakat ini diselenggarakan di Balai Desa Jambearum pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Jambearum, Lukman Isnaeni, S.E., Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) H. Suciptono, S.Pd., M.Pd., Bidan Desa Jambearum Dwi Afrinda, jajaran Ketua RT dan RW se-Desa, tokoh masyarakat, serta para Kader Posyandu yang menjadi garda terdepan kesehatan ibu dan anak.
Fokus utama dari pertemuan ini terbagi menjadi dua agenda inti. Pertama, Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang membahas hasil pendataan kesehatan warga, menyoroti isu-isu sanitasi, penyakit menular, dan pola hidup bersih di lingkungan desa. Kedua, Rembuk Stunting, yang secara khusus difokuskan pada evaluasi data angka stunting (tengkes) di Jambearum dan penyusunan langkah konkret pencegahannya.
Kepala Desa Jambearum, Lukman Isnaeni, S.E., dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan semua pihak dalam menangani isu kesehatan ini. "Pemerintah Desa berkomitmen penuh dalam mendukung program pengentasan stunting. Anggaran desa akan terus kita dorong dan prioritaskan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan gizi anak, ibu hamil, serta perbaikan kesehatan lingkungan warga," ungkap beliau.
Dalam sesi Rembuk Stunting, Bidan Desa Jambearum, Dwi Afrinda, bersama para Kader Posyandu memaparkan kondisi dan data kesehatan terkini terkait balita serta ibu hamil di Desa Jambearum. Berdasarkan pemaparan tersebut, diskusi berjalan interaktif untuk merumuskan usulan program kesehatan, seperti pemenuhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi tinggi, perbaikan akses air bersih, serta peningkatan edukasi gizi bagi calon ibu.

Mendukung langkah tersebut, Ketua BPD Jambearum, H. Suciptono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sangatlah krusial. "Penanganan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah Desa atau Bidan Desa saja. Peran aktif Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memantau kondisi di wilayahnya masing-masing dan mengajak warga rutin datang ke Posyandu," tegasnya.
Hasil dari MMD dan Rembuk Stunting ini nantinya akan menjadi dasar acuan (skala prioritas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Jambearum untuk bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di tahun mendatang.

Melalui musyawarah ini, Pemerintah Desa Jambearum dan seluruh elemen masyarakat berharap langkah-langkah preventif yang dirumuskan dapat berjalan optimal, demi terciptanya generasi penerus Desa Jambearum yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.
Dipost : 08 Juni 2026 | Dilihat : 5
Share :